SURABAYA (suaramandiri.com)- Ratusan mahasiswa Program Pendidikan Dan Pelatihan Bisnis (P3B) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) “resah”. Pasalnya, dengan system baru yang ditetapkan Rektor UNESA, maka mahasiawa kelulusan 2011 dan seterusnya terancam Sertifikat/Ijasah P3B UNESA tidak ditandatangani rektor. Ironisnya pihak pengelola memberikan solusi dengan mengkonversi mahasiswanya ke Politeknik dan PTS yang telah terdaftar oleh Kopertis dan DIKTI, namun tetap dengan biaya yang tidak sedikit. Rumornya, P3B UNESA malah membuka pendaftaran Mahasiswa P3B UNESA untuk tahun ajaran baru.
Seorang mahasiswa ketika dikonfirmasi suaramandiri.com mengaku tiba-tiba dikumpulkan di aula dan diberi surat pemberitahuan tersebut, tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada wali mahasiswa. Umunya, mahasiswa yang lain juga sangat kecewa dengan kebijakan yang ditetapkan Rektor UNESA. “Surat Keputusan Rektor kok cepet banget keluarnya pada 2011. Kok kami tidak tahu?” sesalnya.
Hal senada juga dilontarkan mahasiswi P3B UNESA berwajah manis, sebut saja Ina. Kepada suaramandiri.com dia mengaku malas masuk kelas. Ina merasa “trauma” begitu mendengar sistem yang baru ditetapkan tersebut. “Saya rugi telah memilih P3B UNESA,” ucapnya singkat, Rabu (21/4/2011) pukul 13.35 WIB.
Sementara salah satu wali mahasiswa kepada suaramandiri.com mengatakan, kalau mahasiswa dikonversi dengan membayar jutaan rupiah dan kuliahnya ditambah satu semester, maka akan timbul banyak pertanyaan seperti bagaimana legalitas mahasiswa P3B UNESA yang masuk pada 2009 dan telah lulus beberapa bulan kemarin? Apa UNESA tidak malu sperti itu? “Kalau semua dikonversi dan harus membayar lagi serta ditambah perkuliahan satu semester, maka lebih baik dari kami sudah memilih tempat belajar yang lain,” protesnya.
Selain itu, lanjutnya, surat pemberitahuan itu datangnya baru Sabtu kemarin 16 April 2011. Tetapi mahasiswa diminta agar melunasinya paling lambat 19 April 2011 pukul 16.00 WIB. “Saya dapat darimana uang itu. Apa sistem ini yang akan memajukan dunia pendidikan?” tegasnya, Rabu (20/4/2011) pukul 16.00 WIB.
Rektor UNESA, Prof. Muchlas Samani belum bisa dikonfirmasi suaramandiri.com, Rabu (20/4/2011). “Bapak sedang keluar. Kalau mau tanya silahkan ke BAAK PSI (Biro Akademik Administrasi Kemahasiswaan Perencanaan Dan Sistem Informasi). Karena itu juga bagian dari Rektor,” terang salah satu staf.
Sementara itu Dewan Pendidikan Kota, Isa Ansori kepada ketika dikonfirmasi suaramandiri.com tidak mengetahui permasalah itu, Rabu (20/4/2011) pukul 17.08 WIB. “Saya harus mengetahui permasalahannya terlebih dahulu. Mahasiswa setuju atau tidak? Semua pihak harus diberitahu masalah ini,” jelasnya singkat
Seorang mahasiswa ketika dikonfirmasi suaramandiri.com mengaku tiba-tiba dikumpulkan di aula dan diberi surat pemberitahuan tersebut, tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada wali mahasiswa. Umunya, mahasiswa yang lain juga sangat kecewa dengan kebijakan yang ditetapkan Rektor UNESA. “Surat Keputusan Rektor kok cepet banget keluarnya pada 2011. Kok kami tidak tahu?” sesalnya.
Hal senada juga dilontarkan mahasiswi P3B UNESA berwajah manis, sebut saja Ina. Kepada suaramandiri.com dia mengaku malas masuk kelas. Ina merasa “trauma” begitu mendengar sistem yang baru ditetapkan tersebut. “Saya rugi telah memilih P3B UNESA,” ucapnya singkat, Rabu (21/4/2011) pukul 13.35 WIB.
Sementara salah satu wali mahasiswa kepada suaramandiri.com mengatakan, kalau mahasiswa dikonversi dengan membayar jutaan rupiah dan kuliahnya ditambah satu semester, maka akan timbul banyak pertanyaan seperti bagaimana legalitas mahasiswa P3B UNESA yang masuk pada 2009 dan telah lulus beberapa bulan kemarin? Apa UNESA tidak malu sperti itu? “Kalau semua dikonversi dan harus membayar lagi serta ditambah perkuliahan satu semester, maka lebih baik dari kami sudah memilih tempat belajar yang lain,” protesnya.
Selain itu, lanjutnya, surat pemberitahuan itu datangnya baru Sabtu kemarin 16 April 2011. Tetapi mahasiswa diminta agar melunasinya paling lambat 19 April 2011 pukul 16.00 WIB. “Saya dapat darimana uang itu. Apa sistem ini yang akan memajukan dunia pendidikan?” tegasnya, Rabu (20/4/2011) pukul 16.00 WIB.
Rektor UNESA, Prof. Muchlas Samani belum bisa dikonfirmasi suaramandiri.com, Rabu (20/4/2011). “Bapak sedang keluar. Kalau mau tanya silahkan ke BAAK PSI (Biro Akademik Administrasi Kemahasiswaan Perencanaan Dan Sistem Informasi). Karena itu juga bagian dari Rektor,” terang salah satu staf.
Sementara itu Dewan Pendidikan Kota, Isa Ansori kepada ketika dikonfirmasi suaramandiri.com tidak mengetahui permasalah itu, Rabu (20/4/2011) pukul 17.08 WIB. “Saya harus mengetahui permasalahannya terlebih dahulu. Mahasiswa setuju atau tidak? Semua pihak harus diberitahu masalah ini,” jelasnya singkat